Hari Keempat PLP 2 Mahasiswa IAIN Pontianak Kelompok 24 di SDIT Al-Karima: Menjadi Guru Piket, Observasi, dan Ikut Serta dalam Mengajar dan Membimbing Perserta Didik.
Pontianak, 25 September 2025 – Kegiatann hari keempat menjalankan
tugas sebagabi guru piket, yang tidak hanya mengawasi proses pembelajaran
tetapi juga mencatat hal-hal penting tentang kedisiplinan siswa dan mahasiswa
setiap paginya ikut menjalani kegiatan rutin di SDIT Al-Karima yaitu menyambut
dan menyelami siswa. Kemudian Mahasiswa, dilanjutkan dengan observasi di kelas
bersama guru pamong bahasa aa ustad herfan
Pada
pukul 07.24-08.25 Wib Mahasiswa Kelompok
24 IAIN bersama Ustad herfan sebagai guru pamong bahasa arab membimbing siswa.dan
kami Mahasiswa bertugas mengamati dan pendampingi proses belajar mengajar. Setelah
semua siswa berkumpul, suasana menjadi hangat saat mereka duduk dengan rapi,
memberi salam, dan memanjatkan doa bersama sebagai pembuka hari. Dari sana,
siswa memasuki ruang kelas Bahasa Arab. Di sana, mereka duduk dengan teliti dan
memerhatikan cara Ustad menyampaikan materi, intonasi-nya, cara dia bertanya
kepada siswa, dan cara dia membuat interaksi tetap hidup.
Pada
kesempatan ini, perhatian utamanya adalah bagaimana cara guru mengajar,
bagaimana siswa merespon, dan dinamika yang terjadi selama pembelajaran. Dalam
kegiatan mengajar ini mahasiswa diarahkan untuk mengajar Bahasa Arab, di bawah arahan dan bimbingan guru pamong
yaitu ustad herfan, mahasiswa dapat memberikan penjelasan tentang materi,
mengajukan pertanyaan kepada siswa dan Mahasiswa juga kadang membagi “tantangan
kecil” ke masing-masing perserta didik misalnya membaca satu kalimat Bahasa
Arab dari tema “keluarga”, tiap anak diminta untuk menyebutkan cohtohnya kata
‘’ayah’’ dalam bahasa arab’’. Ini juga dapat melatih kemampuan mengajar
mahasiswa. Pada sesi penutup mahasiswa meminta setiap perserta didik untuk
menyebutkan angota keluarga dalam bahasa arab seperti contohnya ‘’ayah, ibu,
paman, bibi, dan kakek’’
Ini
bertujuan agar mahasiswa tidak hanya menjadi pengamat pasif, tetapi juga
merasakan pengalaman berlangsung menjalankan peran guru, mengenali tantangan
kedisiplinan siswa, dan belajar cara pembelajaran bahasa arab yang efektif.
Kehadiran ustad herfan sebagai guru pamong sangat penting agar mahasiswa
mendapat arahan praktis dan koreksi langsung selama proses pembelajaran.
Penulis: Sutia Suri

Komentar
Posting Komentar