Hari Pertama Mahasiswa IAIN Pontianak Kelompok 24 di SDIT Al-Karima: Menjadi Guru Piket, Observasi, dan Mengenal Perangkat Pembelajaran
Kubu Raya – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Pontianak Semester 7 Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tergabung
dalam kelompok 24 dengan jumlah sembilan orang melaksanakan hari pertama
kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan 2 (PLP 2) di SDIT Al-Karima pada
Senin, 22 September 2025.
Kegiatan hari pertama diawali dengan praktik
menjadi guru piket. Mahasiswa bertugas menyambut kedatangan peserta didik di
lapangan sekolah, mencatat serta memberikan pembinaan bagi peserta didik yang
terlambat, mengisi meja piket, melayani orang tua peserta didik dan tamu, serta
melakukan pengontrolan terhadap peserta didik yang sedang bermain. Dalam
pelaksanaannya, mahasiswa didampingi dan dibimbing oleh Ustadz Satria sehingga
dapat memahami langsung peran guru dalam menjaga kedisiplinan sekaligus
membangun komunikasi dengan orang tua.
Selanjutnya, mahasiswa melakukan observasi
pembelajaran di kelas. Observasi dilakukan di kelas 3A dengan materi Pendidikan
Agama Islam Akhlak Tercela dan kelas 4C dengan materi Akil Baligh.
Di kelas 4C, pembelajaran dipandu oleh Ustadz Herfan yang mengajar dengan penuh
semangat menggunakan metode yang bervariatif sehingga suasana kelas menjadi
hidup dan peserta didik antusias untuk belajar. Pada kesempatan ini, mahasiswa
juga diminta untuk memperkenalkan diri kepada peserta didik.
Kegiatan hari pertama kemudian dilanjutkan dengan
pengenalan perangkat pembelajaran di ruang briefing bersama Ustadz Satria.
Dalam pemaparannya beliau menjelaskan, “Perangkat pembelajaran atau modul
ajar di sini berbeda dengan sekolah lain, sebab disini ada sedikit tambahan
sehingga lebih relevan dengan keadaan sekolah. Modul ajar di sini juga sudah
memasukkan deep learning sehingga pembelajaran menjadi lebih mindful,
meaningful, dan joyful.”
Adapun tujuan dari rangkaian kegiatan hari
pertama ini, yaitu: kegiatan piket bertujuan agar mahasiswa memiliki rasa
tanggung jawab, disiplin, serta mampu membangun komunikasi dengan orang tua
peserta didik. Kegiatan observasi bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai
kondisi kelas, cara mengajar, serta karakter peserta didik, sehingga mahasiswa
dapat menyiapkan strategi mengajar yang tepat di kemudian hari. Sedangkan
kegiatan pengenalan perangkat pembelajaran bertujuan mempermudah mahasiswa
dalam menyusun perangkat ajar yang sesuai agar mudah diterapkan di kelas.
Seluruh rangkaian kegiatan hari pertama berjalan
dengan lancar. Melalui pengalaman ini, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh
bekal keterampilan, wawasan, serta sikap profesional yang penting dalam
mempersiapkan diri sebagai calon pendidik.
Penulis: Sherly Wulandari

Komentar
Posting Komentar