Hari Kesembilan Mahasiswa PLP 2 di SDIT Al-Karima: Dari Lantunan Ayat, Keterampilan PAI, hingga Goresan Huruf Arab
Kubu Raya – Kamis,
2 Oktober 2025 menjadi hari kesembilan bagi mahasiswa kelompok 24 dalam
pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2 di SDIT Al-Karima. Pada
hari ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga melalui kegiatan mengajar
pembelajaran Al-Qur’an, ikut serta dalam pengambilan nilai keterampilan
Pendidikan Agama Islam (PAI), serta menilai keterampilan Bahasa Arab peserta
didik.
Kegiatan pertama
adalah mengajar pembelajaran Al-Qur’an pada kelompok Al-Qur’an kelas V
bimbingan Ustadz Satria. Dalam pembelajaran Al-Qur’an tersebut kegiatannya
ialah Wafa (mengaji dengan metode otak kanan) dan setoran hafalan Al-Qur’an. Mahasiswa
dilibatkan langsung untuk membimbing peserta didik dalam memperlancar bacaan
Al-Qur’an sekaligus mengamati karakter mereka dalam belajar.
Selanjutnya,
mahasiswa juga berkontribusi dalam pengambilan nilai keterampilan PAI di kelas
V C pada jam pelajaran PAI bersama Ustadz Herfan. Penilaian keterampilan ini
mencakup berbagai aspek, seperti praktik wudhu, salat, adzan dan iqomah,
tayamum, rukun Islam dan Iman, bacaan sujud sahwi, bacaan sujud tilawah, adab
salat Jumat, lima tokoh muslim Indonesia, hingga niat zakat. Peserta didik
diberi waktu tiga bulan untuk menguasai seluruh poin tersebut sebagai syarat
mengikuti ujian kenaikan kelas. Setiap peserta didik dapat menyetor hafalan
atau praktik keterampilan ini di sela-sela waktu pelajaran PAI atau saat ada
waktu luang.
Tidak hanya itu,
mahasiswa juga dilibatkan dalam penilaian keterampilan Bahasa Arab. Pada kelas
1A, peserta didik diminta menulis kosa kata Bahasa Arab seputar anggota
keluarga, sedangkan pada kelas 2B menulis kosa kata tentang sekolah. Mahasiswa
berperan langsung dalam memeriksa tulisan peserta didik. Dalam pelaksanaannya,
masih ada peserta didik yang mengalami kesulitan menulis huruf Arab dengan baik
dan rapi, sehingga perlu bimbingan lebih lanjut dari pendidik.
Kegiatan hari
kesembilan ini memberikan banyak pelajaran penting. Melalui pengalaman mengajar
Al-Qur’an, mahasiswa berlatih menyampaikan materi dengan tepat dan mendampingi
perkembangan hafalan peserta didik. Pada pengambilan nilai keterampilan PAI,
mahasiswa belajar cara melakukan penilaian dari berbagai aspek praktik ibadah,
sementara dalam keterampilan Bahasa Arab mahasiswa terlatih untuk menilai
ketepatan tulisan Arab.
Secara keseluruhan,
kegiatan berjalan dengan lancar meskipun terdapat beberapa peserta didik yang
masih perlu mengulang hafalan PAI maupun memperbaiki kerapian tulisan Arab.
Semua pengalaman tersebut menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam
meningkatkan kemampuan pedagogis serta keterampilan menilai peserta didik
secara objektif.
Penulis: Sherly
Wulandari

Komentar
Posting Komentar