Mahasiswa PLP II Latih Profesionalisme melalui Kegiatan Penilaian Keterampilan PAI dan Pembelajaran Bahasa Arab di SDIT Al-Karima
Kubu Raya, 16
Oktober 2025 — Mahasiswa kelompok 24 yang sedang melaksanakan kegiatan
Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II di SDIT Al-Karima kembali melanjutkan
pembelajaran dengan semangat dan dedikasi. Pada hari kesembilan belas ini,
kegiatan difokuskan pada pengambilan nilai keterampilan Pendidikan Agama Islam
(PAI) serta pembelajaran Bahasa Arab di beberapa kelas.
Kegiatan
pengambilan nilai keterampilan PAI dilaksanakan di kelas V C bersama Ustadz
Herfan. Beberapa peserta didik tampak masih perlu menyelesaikan penilaian
keterampilan mereka. Oleh karena itu, Ustadz Herfan mengarahkan peserta didik
untuk menuntaskan seluruh poin penilaian, sementara mahasiswa turut membantu
dalam proses tersebut. Adapun aspek yang dinilai meliputi praktik wudhu,
sholat, adzan dan iqomah, tayamum, rukun Islam dan Iman, bacaan sujud sahwi,
bacaan sujud tilawah, adab sholat Jumat, lima tokoh Muslim Indonesia, dan niat
zakat.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana evaluasi bagi peserta didik, tetapi
juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami beragam kriteria
dalam penilaian keterampilan PAI.
Selain itu,
mahasiswa juga berpartisipasi dalam pembelajaran Bahasa Arab di kelas 1A dan
2B, dengan pendampingan langsung oleh Ustadz Herfan. Pada kelas 1A, kegiatan
dimulai dengan kuis kosa kata anggota keluarga yang kemudian dilanjutkan dengan
latihan soal pilihan ganda berjumlah lima soal. Sementara di kelas 2B,
pembelajaran dilakukan dengan cara yang lebih interaktif melalui kuis kosa kata
barang-barang di sekolah. Peserta didik yang tidak dapat menjawab diberi sanksi
ringan berupa berdiri, namun suasana tetap ceria dan menyenangkan. Metode
tersebut berhasil meningkatkan semangat dan fokus peserta didik dalam belajar.
Tujuan dari
kegiatan hari ini tidak hanya untuk melatih kemampuan peserta didik dalam
memahami keterampilan PAI dan kosa kata Bahasa Arab, tetapi juga melatih
mahasiswa PLP agar mampu mengelola kelas, menciptakan suasana belajar yang
aktif, serta menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme. Meskipun terdapat
beberapa peserta didik yang masih perlu berlatih dalam menyetorkan hafalan PAI,
mereka menunjukkan kemauan untuk terus belajar. Semangat peserta didik dan
bimbingan dari para guru pamong menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa
dalam perjalanan mereka menuju profesionalisme sebagai calon pendidik.
Penulis: Sherly Wulandari
Komentar
Posting Komentar