Menumbuhkan Jiwa Qurani dan Wirausaha: Hari Kesepuluh Mahasiswa PLP 2 di SDIT AL-KARIMA
Kubu
Raya – Jumat, 3 Oktober 2025 menjadi hari kesepuluh pelaksanaan Pengenalan
Lapangan Persekolahan (PLP) 2 bagi mahasiswa kelompok 24 di SDIT Al-Karima.
Pada hari ini, mahasiswa kembali mendapatkan pengalaman berharga dengan
membantu guru pamong dalam pembelajaran Al-Qur’an serta berpartisipasi aktif
dalam kegiatan rutin sekolah yaitu Market Day.
Kegiatan
hari itu diawali dengan briefing bersama guru pamong. Dalam briefing
tersebut, para mahasiswa dan guru membahas berbagai hal yang perlu diperhatikan
selama pelaksanaan PLP, termasuk kendala atau kesulitan yang mungkin dihadapi
di lapangan. Kegiatan ini bertujuan agar proses PLP dapat berjalan lebih lancar
dan efektif melalui komunikasi terbuka antara mahasiswa dan guru pamong. Dalam briefing
Ustadz Bowi menyampaikan bahwa “kegiatan PLP ini bertujuan agar calon guru
dapat siap terjun ke lapangan yang sesungguhnya, oleh sebab itu ini adalah
wadah pembelajaran untuk kita, apapun itu, misalnya ketika melihat peserta
didik melakukan hal yang tidak pantas maka kita wajib untuk menegurnya.”
Setelah
briefing, mahasiswa kemudian membantu ustadz dalam kegiatan pembelajaran
Al-Qur’an di kelas 5A. Kegiatan ini diisi dengan setoran hafalan dan mengaji
menggunakan metode Wafa, yaitu metode membaca Al-Qur’an dengan
pendekatan otak kanan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bagaimana cara
mengelola kelas Al-Qur’an, mendampingi peserta didik dalam memperbaiki bacaan,
serta memahami perbedaan kemampuan tiap anak dalam membaca dan menghafal.
Usai
kegiatan belajar Al-Qur’an, seluruh warga sekolah melaksanakan salat dhuha.
Para guru dan mahasiswa menunaikan salat di masjid, sedangkan peserta didik
melaksanakannya di kelas masing-masing dengan bimbingan wali kelas. Setelah
salat dhuha selesai, suasana sekolah berubah menjadi lebih meriah dengan
dimulainya kegiatan Market Day.
Kegiatan
Market Day merupakan program rutin yang diadakan setiap hari Jumat di
SDIT Al-Karima. Dalam kegiatan ini, peserta didik menjual berbagai macam
kuliner dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari jajanan ringan hingga
minuman segar, dengan harga tertinggi hanya Rp5.000. Tujuan kegiatan ini adalah
untuk menanamkan jiwa wirausaha dan kemandirian pada peserta didik sejak dini.
Menjelang
waktu salat Jumat, mahasiswa laki-laki membantu guru dalam mengondisikan
peserta didik yang akan menunaikan salat Jumat di masjid, sementara mahasiswa
perempuan membantu menertibkan peserta didik yang salat Zuhur di mushola
sekolah.
Secara
keseluruhan, kegiatan hari kesepuluh berjalan dengan lancar dan penuh makna.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengajar Al-Qur’an, tetapi
juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta mengenal lebih
dalam bagaimana sekolah membentuk karakter dan jiwa wirausaha peserta didiknya
melalui kegiatan nyata seperti Market Day.
Penulis: Fatwa Muhammad Syahid

Komentar
Posting Komentar